Percakapan singkat satu malam

Umbu Spiderno

: Tailing, dalam dunia pertambangan selalu menjadi masalah serius. Limbah yang menyerupai lumpur kental, pekat, asam dan mengandung logam-logam berat itu berbahaya bagi keselamatan makhluk hidup. Apalagi jumlah tailing yang dibuang oleh setiap perusahaan tambang mencapai RIBUAN TON PERHARI!!!
(tOLAK TAMBANG SUMBA)

Mabatu Raihawu
apalagi kalau tailing dibuang ke sungai/laut...., maka malapetaka siap menerkam....

Umbu Spiderno
itu pasti merusak ekositem yang ada.... pelan tapi pasti... mudahan2 sumba tak menjadi pulau malapetaka...

Mabatu Raihawu
semoga Sumba terbebaskan....., tapi ini tergantung juga sama Pemda setempat......

Umbu Spiderno
menurut saya pemda di sumba jelas tidak menunjukan niat baik... kalo alasannya agar menambah pendapatan daerah, tambang memang bagus, tapi masih ada opsi laen yang menurut saya lebih bagus tanpa ha rus mengorbankan alam,.... bisa peternakan atau pariwisata budaya dan alam....

Mabatu Raihawu
inilah dampak dari reformasi....., dimana-mana Pemda menjadi raja-raja kecil..., yang berbuat seenaknya tanpa memikirkan masyarakatnya....., banyak hal yg Pemda bisa lakukan....., salah satu yang menarik itu adalah Pariwisata alam....

Umbu Spiderno
itulah resiko otonomi daerah, sangat naif kalo menyalahkan kesalahn seluruhnya pada pemda, tapi tak bisa di tipu, aktor utama maju dan mudurnya satu daerah, di pengaruhi oleh kebijakan yang dikeluarkan dan berhasil tidaknya kebijakan tersebut....... menurut pandangan saya, disaat suatu kebijakan tak berhasil, pasti alasannya karna masyarakat tidak bekerja sama,.... tapi kalo kebijakannya berhasil... maka aktor kesuksesannya adalah pemda.... hehehh

Mabatu Raihawu
Betul sekali Umbu.....,moga2 sumba tetap hijau.... di tahun 2000..., saya pernah melakukan penelitian Geoarkelogi di Kecamatan Katikutana (Sumba Barat) yang meliputi beberapa desa, antara lain Desa Umbulangang, Desa Wairasa, Desa Umbumamijuk, Desa Umbupabal, Desa Sambaliloku, dan Desa Bolubokat. Penelitian yang terkait dengan kehidupan purba. saya menyusuri Sungai (Loko) Panggolaba, Loko Kambokang, Loko Lowa, Loko Kanoru, Loko Hilirara, loko Kaliku, Loko Pamalar, Loko Jangi, Loko Pandabar, Loko Kalitu, Loko Madiku, Loko Jenggu, Loko Waikangguruk. Kalau ini dikembangkan utk objek wisata Minat khusus....., sangatlah menarik.

Umbu Spiderno
amin... yah semoga harapan masyarakat dengan pemberhentian tambang bisa didengar sama bapak di kantor pemda, dan di dprd.... bahwa masih banyak solusi yang dapat di tawarkan slah satunya yaitu tadi, pariwisata.... kebetulan saya tinggal di bali nilai nilai kearifan lokal yang ada di bali identik dengan yang ada di sumba.... dan di sumba masih banyak daerah daerah pantai yang masih perawan... contohnya kaya tarimbang... namun transportasi slalu di jadikan alasan.... niat untuk memeberi informasi tentang pariwisata saja sangat jarang........ sebenarnya pemda pemda di sumba harus menyiapkan beberapa area informasi di beberapa daerah yang menjadi pusat pariwisata di indonesia.. sehingga turis asing ataupun domestik bisa gampang dapat mengakses infonya.. sistem mejemput bola....

Mabatu Raihawu
oke deh...., selamat berjuang buat adik2 di TOLAK TAMBANG SUMBA, semoga Sumba tetap hijau dan terawetkan.....

Komentar