Secangkir kopi (untuk anak anak di Indonesia)

Sore itu…
Dalam satu tegukan kopi hitam
Mataku menatap negri pertiwi

Anak anak berlari telanjang
Merebut sinar dI antara celah kaca bertingkat
Hilir mudik tanpa takut serigala
Mereka terus belari dan kini berteriak
Aku telanjang!!!
aku telanjang!!!
dan kemaluanku sudah berdarah
karna tak ada lagi tersisa
hanya darah
hanya darah

ibu ibu di trotoarpun ikut berlari
menyusuri  trotoar berduri emas
meninggalkan bayi mereka di antara celah tong sampah organik
mereka berteriak
dan ikut berteriak
akupun telanjang!!!
Lihatlah payudara berputing lebar mengkerut ini
Sudah menyentuh lipatan perutku
Air susukupun sudah habis!!!
Kini sudah mengeluarkan darah
Darah yang kupaksa keluarkan
Agar dahaga bayi bayi kami terpuaskan

Bayi bayi pun ikutan teriak
Terus teriak dan mulai mengguncang kaca kaca bertingkat
Serigala mulai gemetar
Deretan gigi gemeretak
Lalu..
Seorang ayah menghampiri
Mendekatkan dada bidangnya
Membiarkan bibir bayi mengulum
Semampu mereka
Menghisap
menghisap
Menggigit

Dari celah sorot mata sang ayah
Anak anak dan ibu ibu
Terus berlari dan berteriak
Aku telanjang dan aku berdarah
Tercecer dari trotoar hingga teras restoran cepat saji
dAri kolong jembatan hingga istana emas srigala

telanjang dan berdarah!!!
telanjang dan berdarah!!!
Amin ya tuhanku. Amin

Denpasar, Juli 2011
*untuk anak anak di indonesia

Komentar

  1. Pesan yang saya tangkap, anak-anak dan ibu sepertinya terlepas dari beban...hehe...what's your point?

    BalasHapus
  2. hampir mendekati.. hehheheh.... mereka lagi berusaha melepaskan diri dari beban yang miliki hehehehh.... tapi suatu saat nanti ketika bayi2 itu yang akan meruntuhkan semua ketidak adilan..

    BalasHapus

Posting Komentar